Profil DesaSaturday, 10 October 2026
PemberdayaanData contoh

Manfaatkan Lahan Seadanya, Warga Sungai Serabek Teluk Keramat Sulap Pekarangan Jadi Sumber Gizi dan Ekonomi

Lebih dari 100 titik Pekarangan Pangan Bergizi (P2B) tersebar di tiga dusun Desa Sungai Serabek, menghasilkan sayur, buah, ikan, dan ternak untuk gizi keluarga sekaligus tambahan penghasilan.

Cuplikan video dokumentasi Pekarangan Pangan Bergizi (P2B) Desa Sungai Serabek.
Cuplikan video dokumentasi Pekarangan Pangan Bergizi (P2B) Desa Sungai Serabek. Foto: Dokumentasi P2B Desa Sungai Serabek

SAMBAS – Pemerintah Desa bersama masyarakat Desa Sungai Serabek, Kecamatan Teluk Keramat, Kabupaten Sambas, menyambut antusias pelaksanaan Program Pekarangan Pangan Bergizi (P2B) tahun 2025. Program ini menjadi bukti nyata kreativitas dan semangat gotong royong warga dalam mewujudkan kemandirian pangan dari halaman rumah.

Desa yang memiliki luas wilayah sekitar 950 hektar dengan mayoritas penduduk bekerja di sektor pertanian dan perkebunan ini, dinilai memiliki potensi besar dalam menyukseskan program ketahanan pangan keluarga.

Saat ini, tercatat ada lebih dari 100 titik P2B mandiri yang tersebar di tiga dusun di Desa Sungai Serabek. Pemanfaatan lahan produktif ini tidak hanya menyasar pekarangan rumah warga, tetapi juga area sekitar kantor desa.

Keanekaragaman Pangan Nabati dan Hewani

Keunggulan program P2B di Desa Sungai Serabek terletak pada keanekaragaman pangan yang dikelola, yang mencakup sektor nabati dan hewani. Untuk pangan nabati, warga menanam:

  • Sawi dan seledri
  • Daun bawang, terong, tomat, dan cabai
  • Buah-buahan seperti pepaya, mangga, dan nanas
  • Umbi-umbian seperti singkong

Sementara untuk sektor hewani, warga membudidayakan:

  • Ikan lele
  • Ayam, kambing, dan sapi skala rumah tangga

Metode Ramah Lingkungan dan Pupuk Kompos Mandiri

Menariknya, proses budidaya di desa ini menerapkan konsep ramah lingkungan. Warga memanfaatkan botol bekas dan wadah daur ulang sebagai media pembibitan. Untuk menjaga kesuburan tanaman, mereka memproduksi pupuk kompos mandiri dari campuran tanah, kotoran sapi dan kambing, serta arang sekam.

Hasil panen dari pekarangan ini tidak hanya dinikmati untuk pemenuhan gizi keluarga sehari-hari, tetapi juga diolah menjadi produk bernilai ekonomi seperti sayuran siap saji, keripik, dan pupuk organik yang dijual di warung-warung setempat.

Manfaat Nyata untuk Gizi Balita dan Ekonomi Keluarga

Salah seorang warga sekaligus Kader Gizi Balita Desa Sungai Serabek mengungkapkan, keberadaan kebun pekarangan ini sangat membantu pemenuhan gizi anak-anak di desa.

"Sangat mudah mendapatkan sayur-sayuran, tidak usah jauh-jauh lagi ke pasar. Hasil kebun sendiri ini pastinya lebih sehat untuk mendukung pemberian makan pada balita, dan hasil penjualannya bisa untuk jajan anak," ujarnya.

Ia menambahkan, sesama warga juga kerap saling bertukar hasil sayuran jika bosan dengan menu yang sama.

Keberhasilan program ini merupakan buah dari kolaborasi lintas sektor yang kuat, mulai dari warga, Pemdes, BPD, LPM, PKK, KWT, Kelompok Tani, RT, Petugas Gizi Puskesmas, PPL, hingga jajaran Polsek, Polres Sambas, dan instansi terkait lainnya.

Apresiasi dari Bupati Sambas

Apresiasi tinggi datang langsung dari Bupati Sambas, H. Satono. Dirinya menegaskan komitmen penuh Pemerintah Kabupaten Sambas dalam mendukung keberlanjutan desa percontohan seperti Sungai Serabek.

"Saya Bupati Sambas, H. Satono, memberikan apresiasi dan dukungan sepenuhnya terhadap pelaksanaan Perlombaan Pekarangan Pangan Bergizi (P2B) yang dilaksanakan oleh Gugus Tugas Ketahanan Pangan Polri dan Polres Sambas. Semoga program ini meningkatkan kualitas pemenuhan gizi serta ekonomi masyarakat Sambas," tegas Bupati Satono.

Senada dengan hal tersebut, Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Sambas juga menaruh harapan besar agar Desa Sungai Serabek, yang menjadi perwakilan resmi dari Polres Sambas, dapat meraih hasil maksimal dalam perlombaan tingkat ini.